Support us

Support the LocalFund independent journalism with $15 per month

Support us

Sinyal Kuat Pemekaran, Luwu Raya Kantongi Dokumen Kunci Menuju Provinsi Baru

THELOCAL.ID, JAKARTA – Upaya pembentukan Provinsi Luwu Raya memasuki tahap penting. Bupati Luwu, Patahudding, didampingi Wakil Wali Kota Palopo, Ahmad Syarifuddin Daud, resmi menerima kajian naskah akademik dari Tim Otonomi Daerah (IOTDA) di Hotel Aloft Sout Jakarta, Rabu (15/04/2026).

Dokumen tersebut menjadi syarat administratif utama dalam proses pengusulan daerah otonomi baru yang akan diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi II DPR RI.

Dalam keterangannya, Ahmad Syarifuddin Daud menyampaikan apresiasi atas kerja tim penyusun yang telah merampungkan kajian tersebut setelah melalui proses panjang selama kurang lebih satu tahun.

“Alhamdulillah, hari ini kami menerima kajian naskah akademik Provinsi Luwu Raya dari Tim IOTDA sebagai salah satu syarat untuk diserahkan ke Kemendagri dan Komisi II DPR RI,” ujarnya.

Ia menegaskan, dokumen ini menjadi bagian krusial dalam mendorong percepatan realisasi pembentukan Provinsi Luwu Raya yang telah lama menjadi aspirasi masyarakat Tana Luwu.

Menurutnya, Pemerintah Kota Palopo akan terus mendukung proses administrasi dan memperkuat koordinasi lintas daerah agar tahapan pengusulan berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Bupati Luwu Patahudding mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah akademisi dan tim penyusun, di antaranya Prof. Dr. Muhadam Labolo, MSi, CIGS, CILC; Dr. Agus Harahap, MSi; Dr. Ahmad Averus, MSi; Sutiyo, Ph.D; serta Dr. Ikhbaluddin, M.Kom.

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat dua kepala daerah yang tidak sempat hadir karena agenda bersamaan, yakni Bupati Luwu Utara dan Bupati Luwu Timur.

“Pak Bupati Luwu Utara dan Luwu Timur tidak sempat hadir karena bertepatan kegiatannya,” kata Patahudding.

Dengan rampungnya naskah akademik tersebut, Patahudding optimistis peluang pembentukan Provinsi Luwu Raya semakin terbuka.

“Naskah kajian akademik sudah ada, tinggal bagaimana kerja-kerja pemerintah se-Luwu Raya dan dukungan dari semua pihak agar prosesnya bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Kajian akademik tersebut memuat berbagai aspek kelayakan pembentukan provinsi, mulai dari potensi sumber daya alam, kemampuan fiskal daerah, jumlah penduduk, hingga aspek ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, keagamaan, dan politik. Naskah tim kajian akademik Luwu Raya dipimpin oleh Prof. Dr. Muhadam Labolo, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Sekolah Pasca Sarjana IPDN termasuk salah satu pakar pemerintahan terkemuka di Indonesia. Dia bersama tim OTDA lainnya telah beberapakali menyusun naskah akademik pemekaran daerah di Indonesia.

Pada prinsipnya hasil kajian akademik menunjukkan Luwu Raya dinilai “mampu” menjadi provinsi baru di Sulawesi Selatan dengan skor 410 berdasarkan indikator PP 78/2007. Pemekaran ini diproyeksikan meningkatkan tata kelola dan pemerataan pembangunan, meskipun terdapat tantangan fiskal, serta berpotensi mempercepat pelayanan publik dengan mencakup Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo

Aspirasi Lama dan Aksi Massa

Diketahui, wacana pembentukan Provinsi Luwu Raya bukan hal baru. Aspirasi ini telah lama diperjuangkan oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, mahasiswa, hingga pemerintah daerah di wilayah Tana Luwu yang meliputi Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Dalam beberapa tahun terakhir, gelombang aksi unjuk rasa juga kerap digelar di sejumlah daerah di Luwu Raya. Massa secara konsisten mendesak pemerintah pusat untuk segera membuka moratorium pemekaran daerah dan merealisasikan pembentukan provinsi baru tersebut. Bahkan pada bulan Januari hingga Februari 2026, massa se Luwu Raya memblokade jalur di setiap perbatasan di Luwu sebagai simbol desakan pemekaran provinsi Luwu Raya.

Aksi-aksi tersebut umumnya menyoroti ketimpangan pembangunan, rentang kendali pemerintahan yang dinilai terlalu luas dari Provinsi Sulawesi Selatan, serta kebutuhan percepatan pelayanan publik di kawasan Luwu Raya.

Selain demonstrasi, dukungan juga datang dalam bentuk deklarasi, forum diskusi, hingga penguatan kajian akademik seperti yang saat ini telah diserahkan.

Pembentukan Provinsi Luwu Raya diharapkan dapat menjadi solusi untuk mendorong pemerataan pembangunan, mempercepat pelayanan publik, serta mengoptimalkan potensi besar wilayah tersebut di berbagai sektor. (*)

Sinyal Kuat Pemekaran, Luwu Raya Kantongi Dokumen Kunci Menuju Provinsi Baru

THELOCAL.ID, JAKARTA – Upaya pembentukan Provinsi Luwu Raya memasuki tahap penting. Bupati Luwu, Patahudding, didampingi Wakil Wali Kota Palopo, Ahmad Syarifuddin Daud, resmi menerima kajian naskah akademik dari Tim Otonomi Daerah (IOTDA) di Hotel Aloft Sout Jakarta, Rabu (15/04/2026).

Dokumen tersebut menjadi syarat administratif utama dalam proses pengusulan daerah otonomi baru yang akan diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi II DPR RI.

Dalam keterangannya, Ahmad Syarifuddin Daud menyampaikan apresiasi atas kerja tim penyusun yang telah merampungkan kajian tersebut setelah melalui proses panjang selama kurang lebih satu tahun.

“Alhamdulillah, hari ini kami menerima kajian naskah akademik Provinsi Luwu Raya dari Tim IOTDA sebagai salah satu syarat untuk diserahkan ke Kemendagri dan Komisi II DPR RI,” ujarnya.

Ia menegaskan, dokumen ini menjadi bagian krusial dalam mendorong percepatan realisasi pembentukan Provinsi Luwu Raya yang telah lama menjadi aspirasi masyarakat Tana Luwu.

Menurutnya, Pemerintah Kota Palopo akan terus mendukung proses administrasi dan memperkuat koordinasi lintas daerah agar tahapan pengusulan berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Bupati Luwu Patahudding mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah akademisi dan tim penyusun, di antaranya Prof. Dr. Muhadam Labolo, MSi, CIGS, CILC; Dr. Agus Harahap, MSi; Dr. Ahmad Averus, MSi; Sutiyo, Ph.D; serta Dr. Ikhbaluddin, M.Kom.

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat dua kepala daerah yang tidak sempat hadir karena agenda bersamaan, yakni Bupati Luwu Utara dan Bupati Luwu Timur.

“Pak Bupati Luwu Utara dan Luwu Timur tidak sempat hadir karena bertepatan kegiatannya,” kata Patahudding.

Dengan rampungnya naskah akademik tersebut, Patahudding optimistis peluang pembentukan Provinsi Luwu Raya semakin terbuka.

“Naskah kajian akademik sudah ada, tinggal bagaimana kerja-kerja pemerintah se-Luwu Raya dan dukungan dari semua pihak agar prosesnya bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Kajian akademik tersebut memuat berbagai aspek kelayakan pembentukan provinsi, mulai dari potensi sumber daya alam, kemampuan fiskal daerah, jumlah penduduk, hingga aspek ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, keagamaan, dan politik. Naskah tim kajian akademik Luwu Raya dipimpin oleh Prof. Dr. Muhadam Labolo, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Sekolah Pasca Sarjana IPDN termasuk salah satu pakar pemerintahan terkemuka di Indonesia. Dia bersama tim OTDA lainnya telah beberapakali menyusun naskah akademik pemekaran daerah di Indonesia.

Pada prinsipnya hasil kajian akademik menunjukkan Luwu Raya dinilai “mampu” menjadi provinsi baru di Sulawesi Selatan dengan skor 410 berdasarkan indikator PP 78/2007. Pemekaran ini diproyeksikan meningkatkan tata kelola dan pemerataan pembangunan, meskipun terdapat tantangan fiskal, serta berpotensi mempercepat pelayanan publik dengan mencakup Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo

Aspirasi Lama dan Aksi Massa

Diketahui, wacana pembentukan Provinsi Luwu Raya bukan hal baru. Aspirasi ini telah lama diperjuangkan oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, mahasiswa, hingga pemerintah daerah di wilayah Tana Luwu yang meliputi Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Dalam beberapa tahun terakhir, gelombang aksi unjuk rasa juga kerap digelar di sejumlah daerah di Luwu Raya. Massa secara konsisten mendesak pemerintah pusat untuk segera membuka moratorium pemekaran daerah dan merealisasikan pembentukan provinsi baru tersebut. Bahkan pada bulan Januari hingga Februari 2026, massa se Luwu Raya memblokade jalur di setiap perbatasan di Luwu sebagai simbol desakan pemekaran provinsi Luwu Raya.

Aksi-aksi tersebut umumnya menyoroti ketimpangan pembangunan, rentang kendali pemerintahan yang dinilai terlalu luas dari Provinsi Sulawesi Selatan, serta kebutuhan percepatan pelayanan publik di kawasan Luwu Raya.

Selain demonstrasi, dukungan juga datang dalam bentuk deklarasi, forum diskusi, hingga penguatan kajian akademik seperti yang saat ini telah diserahkan.

Pembentukan Provinsi Luwu Raya diharapkan dapat menjadi solusi untuk mendorong pemerataan pembangunan, mempercepat pelayanan publik, serta mengoptimalkan potensi besar wilayah tersebut di berbagai sektor. (*)

spot_img

Topics

Munafri Alihkan Anggaran Pengadaan Randis, untuk Pendidikan dan Infrastruktur di Daratan Hingga Pulau 

THELOCAL.ID, MAKASSSR - Di tengah tekanan efisiensi anggaran, Wali...

Dekranasda Makassar Perkuat Industri Kerajinan, Melinda Aksa Dorong Lahirnya Produk Khas Daerah

THELOCAL.ID, MAKASSAR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda)...

Dubes Finlandia dan Wali Kota Makassar Bahas Peluang Kerja Sama Multisektor

THELOCAL.ID, MAKASSAR - Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka...

Penataan Kota Berlanjut, 27 Lapak PKL Berdiri 7 Tahun di Tallo, Ditertibkan

THELOCAL.ID, MAKASSAR - Dalam upaya menjaga estetika kota, sekaligus...

Di Diklat Pelayaran, Munafri Pesankan Skill dan Keselamatan Jadi Prioritas

THELOCAL.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan...

Munafri: Kapal Antar Pulau Segera Beroperasi, Gratis Layani Warga Kepulauan di Makassar

THELOCAL.ID, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar, yang dinahkodai Wali...

Instruksi Wali Kota Makassar, Tim Gabungan BPBD Tuntaskan Sampah Kanal dalam Waktu Singkat

THELOCAL.ID, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat merespons...

Pemkot Makassar Genjot Pembenahan TPA Antang, Siapkan Fondasi PSEL “Makassar Raya” 

THELOCAL.ID, MAKASSAR - Di tengah tekanan volume sampah perkotaan...
spot_img

Related Articles

spot_imgspot_img

Recent Posts

Munafri Alihkan Anggaran Pengadaan Randis, untuk Pendidikan dan Infrastruktur di Daratan Hingga Pulau 

THELOCAL.ID, MAKASSSR - Di tengah tekanan efisiensi anggaran, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memilih mengambil jalur yang tidak lazim...

Dekranasda Makassar Perkuat Industri Kerajinan, Melinda Aksa Dorong Lahirnya Produk Khas Daerah

THELOCAL.ID, MAKASSAR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, Melinda Aksa menekankan pentingnya pengembangan industri kerajinan lokal...

Dubes Finlandia dan Wali Kota Makassar Bahas Peluang Kerja Sama Multisektor

THELOCAL.ID, MAKASSAR - Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, melakukan kunjungan ke Balai Kota Makassar untuk bertemu langsung...

Penataan Kota Berlanjut, 27 Lapak PKL Berdiri 7 Tahun di Tallo, Ditertibkan

THELOCAL.ID, MAKASSAR - Dalam upaya menjaga estetika kota, sekaligus mengembalikan fungsi ruang publik sebagaimana mestinya, Pemerintah Kecamatan Tallo, melakukan...

Di Diklat Pelayaran, Munafri Pesankan Skill dan Keselamatan Jadi Prioritas

THELOCAL.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi dan kesadaran keselamatan bagi masyarakat pesisir dan...

Munafri: Kapal Antar Pulau Segera Beroperasi, Gratis Layani Warga Kepulauan di Makassar

THELOCAL.ID, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar, yang dinahkodai Wali Kota Munafri Arifuddin, terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi...

Instruksi Wali Kota Makassar, Tim Gabungan BPBD Tuntaskan Sampah Kanal dalam Waktu Singkat

THELOCAL.ID, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat merespons aduan masyarakat terkait persoalan kebersihan lingkungan, khususnya penumpukan sampah di...

Pemkot Makassar Genjot Pembenahan TPA Antang, Siapkan Fondasi PSEL “Makassar Raya” 

THELOCAL.ID, MAKASSAR - Di tengah tekanan volume sampah perkotaan yang terus meningkat, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup...

Camat Se-Makassar Teken Komitmen Basmi Sampah, Terapkan Sanitary Landfill di TPA Antang

THELOCAL.ID, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar, terus melakukan aksi nyata dalam membenahi sistem pengelolaan sampah kota, dengan meninggalkan pola...

Target Juara Umum, Wali Kota Makassar Lepas 105 Kafilah ke MTQ Tingkat Provindi di Maros

THELOCAL.ID, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menitipkan pesan penuh harapan dan semangat kepada seluruh kontingen kafilah Kota...

Ketua TP PKK Makassar Ajak Kader Aktif Pilah Sampah dari Rumah Tangga

THELOCAL.ID, MAKASSAR – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mengajak seluruh elemen TP PKK se-Kota Makassar...

Wali Kota Munafri Pimpin Rapat Monitoring Pembangunan Alternatif Jl. Leimena, Target Rampung Tahun Ini

THELOCAL.ID, MAKASSAR - Pembangunan jalan alternatif Dr. Leimena yang menghubungkan Kecamatan Manggala dan Kecamatan Tamalanrea, serta Kecamatan Panakkukang, terus...

Follow us

26,400FansLike
7,500FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Popular

spot_img

Popular Categories