THELOCAL.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus mendorong pengembangan potensi wisata bahari di wilayah kepulauan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni pembangunan dermaga wisata di Pulau Lanjukang, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, yang ditargetkan mulai direalisasikan pada awal 2027.
Pembangunan infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi pintu masuk pengembangan destinasi wisata bahari sekaligus membuka konektivitas antarpulau di Kota Makassar. Rencana pembangunan dermaga ini semakin mendapat kepastian setelah Pemkot Makassar memperoleh Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, mengatakan persetujuan tersebut tertuang dalam dokumen Nomor R.0142/MEN-KP/PKKPRL-P/X/2026 yang ditujukan kepada Pemerintah Kota Makassar dan berlaku sejak 14 Oktober 2026.
“Alhamdulillah, persetujuan pembangunan dermaga di Pulau Lanjukang Kota Makassar sudah diperoleh. Ini menjadi salah satu tahapan penting untuk melanjutkan proses perizinan pembangunan,” ujar Achmad Hendra, Rabu 4 November 2026.
Menurutnya, Pulau Lanjukang memiliki posisi strategis sebagai salah satu pulau terluar Kota Makassar dengan potensi wisata alam dan kekayaan ekosistem laut yang dapat dikembangkan menjadi destinasi unggulan. Ia menilai, intervensi pemerintah diperlukan untuk menghadirkan fasilitas dasar yang dapat menunjang kenyamanan dan aksesibilitas wisatawan, terutama dermaga sebagai sarana utama transportasi laut.
“Pulau Lanjukang merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang sangat menarik. Sebagai salah satu pulau terluar di Kota Makassar, kami melihat perlu ada intervensi pemerintah, terutama penyediaan fasilitas dasar untuk mendukung kunjungan wisata,” jelasnya.
Hendra mengungkapkan, dermaga tersebut dirancang untuk memudahkan kapal wisata maupun transportasi laut bersandar. Bahkan, fasilitas itu diharapkan dapat mengakomodasi kapal wisata berukuran seperti kapal pinisi.Dari sisi desain, Dispar Makassar masih melakukan tahap finalisasi dengan mengusung karakter dan identitas lokal. Salah satu konsep yang tengah dipertimbangkan terinspirasi dari biota laut yang dekat dengan kehidupan masyarakat setempat, seperti gurita atau cumi-cumi.
Meski demikian, pembangunan dermaga tetap harus memperhatikan aspek ekologis. Sebab, sebagian besar wilayah Pulau Lanjukang berada dalam kawasan konservasi sehingga ukuran dan kapasitas dermaga harus disesuaikan dengan kebutuhan serta daya dukung lingkungan. “Kita harus memperhatikan bahwa sebagian besar wilayah Pulau Lanjukang merupakan kawasan konservasi. Karena itu, ukuran dermaga tidak boleh terlalu besar, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan daya dukung lingkungan,” tegasnya.
Selain penyediaan dermaga, pengembangan Pulau Lanjukang juga diarahkan pada wisata berbasis alam dan edukasi lingkungan. Potensi yang dapat dikembangkan meliputi snorkeling, diving, wisata edukasi kelautan, hingga kegiatan konservasi terumbu karang yang melibatkan masyarakat dan pengunjung.
Pemerintah juga merencanakan penyediaan sejumlah fasilitas pendukung, seperti sarana air bersih, toilet, musala, listrik ramah lingkungan, hingga area berkemah. Saat ini, Dispar Makassar tengah melengkapi dokumen administrasi untuk memasuki tahapan pengadaan melalui mekanisme tender cepat. Setelah dokumen rampung, pihaknya akan melakukan asistensi guna memperoleh arahan agar proses pengadaan dapat segera berjalan.
“Dokumen-dokumennya sedang kami lengkapi. Setelah itu akan dilakukan asistensi untuk mendapatkan arahan agar proses tender cepat bisa segera berjalan,” ungkap Hendra.
Ia optimistis, seluruh tahapan administrasi dan pengadaan dapat diselesaikan sesuai rencana sehingga pembangunan fisik dermaga bisa dimulai pada awal 2027. Lebih jauh, pembangunan dermaga Pulau Lanjukang diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun konektivitas wisata antarpulau di Makassar. Dengan demikian, pengembangan pariwisata kepulauan tidak hanya terpusat pada satu destinasi, tetapi secara bertahap menghubungkan pulau-pulau lain yang memiliki keunikan dan daya tarik masing-masing.
“Kami berharap dengan pembangunan di Pulau Lanjukang, nantinya bisa terbentuk interkoneksi wisata dengan pulau-pulau lainnya. Jadi, bukan hanya Lanjukang yang dikembangkan, tetapi juga destinasi kepulauan lain di Kota Makassar,” tutupnya. (*)